Rabu, 05 Desember 2012

hasil seni sastra dari masa Hindu



PERKEMBANGAN SASTRA MENURUT ZAMAN
PEMBAGIAN SASTRA MENURUT Drs. B. SIMORANGKIR S.
1.       Kesusasteraan masa lama atau purba (sebelum datangnya pengaruh India)
Kesusateraan ini meliputi cerita tentang doa, mantra, silsilah, adat kebiasaan dan kepercayaan
2.       Kesusasteraan Masa Hindu/Arab
Mulai dengan adanya pengaruh Hindu, dengan kedatangan agama Islam sampai kedatangan orang asing lain
Kesusasteraan ini meliputi cerita-cerita yang mengenai :
2.1. Asal-usul manusia
2.2. Alam
2.3. Agama
2.4. Pengajaran agama Islam
2.5. Keadaan negara asing
2.6. Cerita-cerita yang bersifat didaktis
2.7. Cerita-cerita yang bersifat penglipur lara
2.8. Silsilah raja-raja dan keluarganya
KESUSASTERAAN ZAMAN HINDU

A. MAHABARATA DAN RAMAYANA
Mahabarata dan Ramayana merupakan epos atau wiracarita terkenal, masing-masing disusun oleh oleh Wiyasa dan Walmiki.

1. MAHABARATA
Mahabarata terdiri dari 18 jilid atau parwa.
Bagi orang Hindu buku ini bukan hanya hikayat kepahlawanan tetapi juga sebuah buku agama.
Sebuah cerita sisitan atau episode yang terkenal dalam buku ini adalah “Bhagawat Gita” yang berisi percakapan antara “Kresna” sebagai guru dan “Arjuna” sebagai murid.

Pada pokoknya Mahabarata berisi :
a. Perebutan kerajaaan oleh keturunan Bharata yaitu Pandawa dan Kurawa.
b. Bermacam-macam hal, ajaran kaum Brahmana, keagamaan, adat istiadat.
c. Bermacam-macam sage yang berupa cerita sisipan atau episode.
Seperti : Bhagawat Gita, Nala dan Damayanti


2. RAMAYANA
Ramayana terdiri dari 8 jilid atau kanda.
Dalam bahasa Indonesia terkenal dengan “Hikayat Seri Rama”.
Hal ini dapat kita lihat dan saksikan seperti pada cerita-cerita yang terdapat pada pahatan di candi-candi, cerita Ramayana dapat pula kita saksikan di Candi Prambanan .
Dari pahatan di Prambanan terkenal dongeng “ Loro Jonggrang”[1]


[1] Vicky Ariesca, Perkembangan Sastra Menurut Zaman, dikutip dari : http://vickyariesca.blogspot.com/2012/01/perkembangan-sastra-menurut-zaman.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar